Rumah adalah Tempat Hati Berada - Edward Winters

Nama : Fadilah Gasani Awanis

NPM : 202146500934

Kelas : R3L

Dosen : Angga Kusuma Dawami, M. Sn.

 

27 Home Is Where the Heart Is :

Taking Architecture Personally

Edward Winters

Rumah adalah Tempat Hati Berada

 

 

Scruton mengklaim bahwa karena arsitektur adalah seni publik, maka diperlukan untuk beroperasi dalam sistem tata krama yang mapan, publisitasnya menjadikannya di luar orbit seni rupa, di mana kejeniusan dicari dan dirayakan. Scruton  juga mengidentifikasi arsitektur Klasik sebagai bentuk bangunan di mana kita masing-masing dapat menganggap hidup kita sebagai bingkai. Jika kita mengambil kesempatan ini untuk berhenti berpikir tentang karya arsitektur sebagai karya yang harus dilihat sebagai komposisi abstrak dan melihat arsitektur, sebagai gantinya, sebagai ruang yang didefinisikan di mana kehidupan dituntut, kita dapat membayangkan arsitektur sebagai bentuk pembingkaian yang kompleks. Dalam setiap latar arsitektur memberi kekhasan dan bentuk kehidupan terasing yang dibingkainya.

Dalam hal arsitektur, kami tidak peduli dengan, bagaimana saya harus hidup? Melainkan, bagaimana seharusnya kita hidup? Setiap jawaban atas pertanyaan itu menuntut identifikasi siapa kita sebenarnya apa yang membentuk kita? Scruton menulis seolah-olah jawabannya memang seperti hukum yang ditentukan, bahwa itu berlaku untuk semua dan tidak memihak. Kami adalah subjek dari sebuah negara yang homogenitasnya, setidaknya sebagian, didirikan dan dipertahankan melalui hukum dan arsitekturnya.

Terlepas dari bentuk yang indah nilai estetika dalam arsitektur adalah yang paling penting. maka estetika sehari-hari pasti memiliki dampak yang cukup besar pada apa yang kita pikirkan ketika kita berpikir tentang arsitektur. Bar tertentu menjadi lambang untuk kehidupan di dalam kota. Tapi itu bukannya tanpa konten estetika, seperti Menara Eiffel tanpa konten estetika saat digunakan sebagai lambang Paris. Sebaliknya, status simbolisnyalah yang memusatkan estetika kota ke dalam pengalaman sehari-hari yang bisa didapat di sini atau di sini; di bar ini atau itu. Dan apresiasi kita terhadap estetika bar bukanlah memandang suatu benda seni. Berada dalam kehidupan bar itulah kita membenamkan diri, dan di mana kita dihargai dengan pemenuhan estetika. Sebuah bar lebih hidup daripada dilihat. Dan kehidupan yang dijalani di bar adalah hal yang langka dan keindahan yang kompleks.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa kita perlu hidup dan hadir di kuliah DKV Unindra?

Form and Function